Selasa, 08 September 2015

GAMANG DI PERSIMPANGAN

Pergilah...
Bawa punggungmu menjauh
Telah kugali kubur untuk dusta dan dosa
Yang berserak kumuh menyemak

Jangan berdiam lama dipersimpangan
Sebab kau akan lumat dikebimbangan
Sedang jemariku tak hendak kulambaikan
Untukmu yang menjauh binasakan kenangan

Rindumu pada dusta dan dosa
Menggelantung pada getar bibir dahaga
Lekat pada mata menyergap menyandera
Dan memekik dikepiluan desah dalam nyanyimu lara

Punggungmu mengecil menjauh sudah
Gontai dalam langkah gemetar resah
Lalu berhenti payah terengah
Bagai biduk labuh tak bersauh oleng dan goyah

Berdirimu gamang di persimpangan
Serumu kabur lenyap menghilang
Kilat matamu menyambar samar memandang
Sesal tersekat rindu sekarat oleh kuasa kesombongan

___________________________
Jakarta, 09 September 2015
Surya Subhan.

2 komentar:

Tinggalkan komentarmu dengan bahasa yang cantik dan santun agar jalinan pertemanan dan persahabatan antar kita semakin kukuh. Komentar yang cantik dan santun adalah pencitraan diri anda pada semua orang, dan itu penting. Terima kasih.