Sabtu, 31 Oktober 2015

AKU MENGADU PADAMU

Tuhan...
Seribu jarak sudah kutempuh lelah
Pemikul beban sudah berulang patah
Aku ingin menumpah tangis dan mencurah resah
DihadapanMu berbaring istirah

Jalan yang kutempuh berserak onak
Jiwaku sakit tertusuk, hati patah berderak
Terjerembab dan tersungkur terinjak
Oleh angin yang membuai kemudian menghentak

Aku mengadu padaMu
Tak mungkin kulalui jalan
Atau kurenangi lautan
Dan menenangkan gelombang pasang
Tanpa izinMu pasti aku akan tenggelam karam

Izinkan kuucap pinta
Melalui gulungan ombak yang terus menerpa
Aku ingin berlabuh untuk mengobati sakit dan luka
Di sebuah dermaga berpantai asa

Ya Tuhanku...
Sampaikan aku pada ahir dermaga
Agar dapat kulepas segenap dahaga
Dan kureguk serta kucurah cinta
Hingga jasad berpisah nyawa

_________________________
Surya Subhan
Kota Tangerang, 01 November 2015








Rabu, 28 Oktober 2015

JANGAN KATAKAN AKU SALAH


Aku tak mengenal cinta ayah
Sebab hidupku hanya pada ibu saja
Perempuan tua yang hidup demi nyawaku
Dan rela mati demi aku hidup

Jangan katakan aku salah
Bila cintaku tumbuh hanya sebelah
Dan itu tidak untuk ayah
Sebab ibuku yang menghidupiku lelah

Hanya dengan ibu aku menyongsong pagi
Dengan keringatnya yang mengucur di dahi
Dengan tangis dan doanya malam hari
Aku bernafas
Merangkak beringsut berjuang menggapai matahari

Ayah maafkanlah
Jika aku tumpahkan segenap cinta pada ibuku saja
Karena ibu telah memberi jiwa
Dan memberi hidupnya
Untukku
Hingga usianya senja
Meski tak mungkin aku ada tanpa ayah

_______________________
Surya subhan
Kota Tangerang, 21 Oktober 2015






Sabtu, 24 Oktober 2015

JEJAK USANG

Dia hanya jejak usang yang telah kutinggalkan
Prasasti yang sudah kutumbangkan
Catatan yang kubenamkan
Masa lalu dari sebuah zaman...

Aku telah melupakan semuanya
Seperti hujan yang menghapus debu di bumi
Lenyap tak tertinggal musnah tak berbekas
Aku juga bisa melupakan hari ini
Seperti matahari meninggalkan pagi...

______________________
Surya Subhan
Kota Tangerang, 24 Okt 2015
Buat Eva Jalien

Kamis, 17 September 2015

PESAN UNTUK PUTRAKU-2

Putraku...
Ketahuilah olehmu bahwa
Pengabaian adalah penghinaan yang menyakitkan
Lukanya menembus hati
Sakitnya bisa terbawa mati

Kau bukanlah si peramah
Jika senyummu terpenjara dalam sungging bbirmu pongah
Jika sapa tak kau balas barang sepatah
Jika tegurmu tak pernah hinggap dan singgah
Kau tak lebih dari si sombong yang memandang orang lain kecil dan rendah

Jika kau  pernah tertusuk duri dan luka
Atau tersayat sembilu dan koyak menganga
Sungguh itu tak seberapa
Jika dibanding sapa tak terbalas kata

____________________________
Kota Tangerang, 18 September 2015
Surya Subhan

Selasa, 08 September 2015

GAMANG DI PERSIMPANGAN

Pergilah...
Bawa punggungmu menjauh
Telah kugali kubur untuk dusta dan dosa
Yang berserak kumuh menyemak

Jumat, 28 Agustus 2015

MELATI MERAH

Suci warnamu wangi
Kecup aronamu menyapu jagat pagi
Lembut rupamu seperti cucu seorang peri
Atau putri bakal bidadari

Aku menempatkanmu pada tempat yang tinggi
Agar kau tetap wang dan suci
Dan tak terjamah oleh hayal birahi
Aku dan kumbang-kumbang lelaki

Tapi ketinggian telah merubah atoma dan rupamu jingga
Kau tak lagi kuning bening atau gading
Kecup aromamu tak lagi lembut dan wangi
Karena kau trlah menyerap api matahari

Kelopak jinggamu kini merekah
Api natahari telah merusakmu parah
Kini kau menjadi melati merah
Menyengat dan meracun pongah

___________________________
Jakarta, 27 Agustus 2015
Surya Subhan

Sabtu, 28 Februari 2015

DI SEBUAH KOTA



Menyusuri malam
Di tengah lebatnya hujan
Dengan si jelita di sebuah kota
Di bawah payung bermotif bunga

Tak ada yang lain
Kecuali aku dan si jelita
Menyusuri jalanan kota
Selebihnya hanya bayang-bayang air hujan
Yang jatuh terpelanting di bawah lampu penerang jalan

Aku dan si jelita tak mengenal rasa dingin kala itu
Tubuhnya dan tubuhku merapat
Sambil mengayuh langkah,
Dan berhenti di ujung jalan
Dan berhenti di ujung malam
Di batas sebuah kota

----------------------
Kota Tangerang, 28 Februari 2015
Surya Subhan

Minggu, 01 Juni 2014

BIARLAH



Biar aku saja yang mencintaimu
Kau tetaplah pada keadaanmu kini
Sebab aku sedang belajar mencintai
Tanpa harus memiliki.

Rabu, 11 September 2013

BERSIKAPLAH NYATA

kawan... bersikaplah nyata,
kau hanya seekor kumbang diantara ribuan kumbang dalam antrian
kembang molek itu tidak diciptakan agar kau menyuntingnya
ia diciptakan untuk menebar wangi buat kumbang mana saja
dan meracuni dengan durinya bagi semua kumbang yang mendekat dan menghinggapinya.

Jumat, 06 September 2013

Minggu, 01 September 2013

Kau Hanya Singgah

kupikir kau akan menetap
dan membangun pondok di lahan kering
dengan fondasi yang dalam dan kokoh
meski atap dan dinding dari belukar dan patahan ranting.

Selasa, 04 Juni 2013

Hentikan Tawamu



Aku tak ingin bergeming dari tempatku berdiri
Dan tak akan bibirku bergetar untuk mengucap sapa
Sebab kau tak hendak singgah
Hanya lalu lalang kemudian berdiri dikejauhan membalik wajah…

Sabtu, 01 Juni 2013

SEPERTI SEDIHKU



dingin ini hendak membekukan segalanya
dan menikam aku yang gemetar menggigil diketinggian alam
seolah sejengkal lagi jarakku untuk menyentuh bintang
yang berkedip samar diantara selendang tipis embun malam.

aku sengaja mematung ditepi jalan puncak alam ini
dan menyaksikan embun pecah diatas dedaunan
seperti sedihku yang pecah terburai
ketika kasih patah diujung impian....
____________________________
Surya Subhan - ever green
cisarua - bogor, 01 Juni 2013

TERSESAT DIKEKOSONGAN



Jalan ini seperti buntu dan berakhir
tak nampak lagi jalan lurus yang harus kuambil
Entah karena kabut yang tebal atau hati ini yang bebal
Langkahku terhenti dipersimpangan jalan berkabut tebal

Selasa, 28 Mei 2013

UNTUK CINTA LAIN


Dingin mengecup lembut
Membangunkan gelisah yang lama terlelap
Lidah lidah api tak sanggup memberi hangat
Mengecil bahkan kemudian  padam sekarat

Selasa, 23 April 2013

SANG DINGIN



malam ini aku bertutur pada sang dingin
tentang rindu, tentang cinta, dan tentang kita
sedang tangan sang dingin menggamitku erat
menyusuri lorong hayal yang biru jauh tak bersekat.

B I D U K


biduk ini senantiasa oleng
meski angin tak muncul sebagai badai
dan riak tak muncul sebagai ombak
dan kayuh tak patah menolak gerak
tapi biduk ini berputar memusing bagai dihempas angin

samudera yang kami tempuh tenang tanpa gelombang
biduk yang kami kayuh tak juga sarat dengan muatan
aku akan membawanya sampai setengah pelayaran
dan akan kusandarkan pada sebuah pelabuhan

biduk ini sangat rawan dan rentan terhadap angin lautan
kemudi yang terpasang terombang ambing pusaran
gelap awan yang menyetubuhi laut dikejauhan
menutup pandang dan arah tujuan.

takkan kubiarkan biduk ini tenggelam
karena pesta pora angin dalam satu pusaran
atau ia pecah berkeping diatas air tanpa gelombang
atau ia hancur karena karang membelah garang

ia akan terus kukayuh meski langit makin hitam
dan kupicingkan pandang menembus tebalnya dinding awan
agar biduk ini sampai disebuah persinggahan dan dapat kutambatkan
meski aku akan mati terkapar kelelahan
atau kembali ketempatku dengan merenangi lautan...
____________________________________________
Surya Subhan - Jakarta, 23 April 2013

Senin, 22 April 2013

Kini kurasakan sakit


Kini kurasakan sakit
sakit yang selama ini tak pernah kubayangkan
sakit yang tak pernah kutahu rasanya
sakit yang hanya pernah kudengar
dari cerita orang-orang bernasib malang

Minggu, 21 April 2013

Jika Rindu dan Cinta itu Selamat



kepergianmu telah membawa semua yang aku punya...
aku seperti rumah kosong yang lengang
yang tak ada apapun juga siapapun di dalamnya...
aku bagai raga yang kehilangan nyawa
yang tak punya rindu, cinta ataupun semangat dan cita cita
semuanya terseret oleh langkahmu yang pergi menjauh...

Jumat, 19 April 2013

CINTAKU PUPUS



semua pintu sudah rapat terkatup
dan seribu asa telah mati binasa
dan penggalan doa memantul lepas dari ijabah
tak ada lagi yang dapat kuarah
kecuali memutar balik arah